Wednesday, December 29, 2010

Kisah Nabi Adam a.s


KISAH NABI ADAM A.S.



Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:
"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Tuesday, September 14, 2010

Rahasia Hati - Imam Al Ghazali




Bahasan ini merupakan bagian dari buku Rahasia Hati yang akan saya sampaikan satu per satu bab dan bagiannya. Ini akan menjadi bagian pembuka untuk menjelaskan hati dan rahasia yang terdapat di dalamnya.

Bab Al Qalbu, Ar Ruhu, An Nafs, Al Aqlu

Dalam kalangan ulama terkemuka jarang sekali mendalami pengetahuan tentang nama-nama ini, baik dalam segi perbedaan artinya, batas-batasnya, dan apa yang dinamakan dengan nama-nama tersebut. Banyak sekali kesalahan-kesalahan yang terjadi, disebabkan kebodohan dalam memahami arti dari nama-nama tersebut juga karena ketidaktahuan bahwasanya nama-nama itu tidak hanya memiliki satu
arti. Disini akan coba dijelaskan mengenai perbedaannya.

Pertama, Al Qalbu memiliki dua pengertian yakni:
1. Al Qalbu (Jantung) yang berupa segumpal daging yang berbentuk bulat memanjang seperti buah shanaubar, yang terletak di pinggir dada sebelah kiri, yaitu segumpal daging yang mempunyai tugas khusus yakni memompa darah.
2. Al Qolbu (Hati dalam arti secara harfiah) yang berupa sesuatu yang halus (lathifah), bersifat Ketuhanan (Rabbaniyah) dan kerohanian yang ada hubungannya dengan hati jasmani.
Hubungan antara hati jasmani dan hati rohani itu seperti halnya benda yang dijadikan perkakas dengan dengan perkakasnya, atau seperti akar pohon dengan tempat dia berakar.

Penjelasan ini dijelaskan secara hati-hati disebabkan oleh dua hal.
a. Sesungguhnya hati rohani itu berhubungan erat dengan ilmu mukasyafah (ilmu yang diperoleh dari Ilham Allah). Sedangkan tujuan dijelaskannya Rahasia Hati disini ditekankan pada Ilmu Mu'amalah (ilmu yang diperoleh dengan belajar).
b. Sesungguhnya mendalami hakekat hati rohani memerlukan terbukannya rahasia ruh, sedang dalam masalah ini tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Kedua, kata ar Ruhu (nyawa) ini juga digunakan untuk sesuatu yang berhubungan dengan jenisnya yang digolongkan menjadi dua pengertian:
1. Ruh yang merupakan jenis yang halus yang bersumber dari rongga hari jasmani, lalu tersebar ke seluruh tubuh melalui perantara otot dan urat. Yang dijelaskan di sini bukan berarti darah. Akan tetapi semacam unsur halus berupa uap yang berasal dari pemanasan dalam hati.
2. Ruh yang berupa sesuatu yang halus yang ada pada manusia, yang dapat mengetahui segala sesuatu dan yang dapat menangkap segala pengertian.
Hal ini dijelaskan tadi pada pengertian "hati". Dan itulah yang dikehendaki Allah Ta'ala dengan firman-Nya:
"Katakan! bahwa ruh itu termasuk urusan Allah" (Q.S Al Isro': 85)
Ruh dalam pengertian ini termasuk urusan ketuhanan yang menakjubkan dimana akal manusia dan pemahamannya tidak sanggup mengetahui hakekatnya.

Ketiga, Kata-kata nafsu mempunyai beberapa makna tetapi yang berhubungan dengan pembahasan ini ada dua pengertian:
1. Nafsu yang dituju disini adalah tempat berkumpulnya kekuatan amarah dan syahwat pada diri manusia yang nanti akan dijelaskan kemudian. Pengertian ini digunakan oleh para ahli Tashawuf karena mereka berpendapat bahwa nafsu itu tempat berkumpulnya sifat-sifat tercela pada manusia, oleh karena itu mereka berkata: "Nafsu mau tidak mau harus dilawan dan dihancurkan".
2. Nafsu dalam arti yang halus yang telah disebutkan diatas, yaitu hakikat manusia, yakni diri manusia dan zatnya. Nafsu dalam pengertian ini bermacam-macam sesuai dengan keadaannya.

Apabila nafsu tersebut tenang pembawaannya dan jauh dari gangguan yang disebabkann oleh syahwat maka nafsu yang demikian disebut Nafsu Muthmainnah (nafsu yang tenang), sebagaimana firman Allah Ta'ala:
"Hai nafsu yang tenang! kembalilah kepada Tuhanmu dengan gembira dan menggembirakan" (Q.S. Al-Fajr: 27-28)

Bila melihat nafsu dalam pengertian pertama diatas, nafsu tersebut tidak memiliki gambaran untuk kembalin kepada Allah Ta'ala, malah selalu mejauhi-Nya dan termasuk dalam golongan syaitan.

Apabila nafsu itu tidak sempurna ketenangannya, namun ia selalu menentang dan melawan nafsu syahwat, maka nafsu yang demikian disebut Nafsu Lawwammah (Nafsu pencela), oleh karena itu ia selalu mencela dirinya ketika teledor dan lalai berbakti kepada Tuhannya.
Firman Allah Ta'ala:
"Aku bersumpah dengan nafsu yang amat mencela (kejahatan)" (Q.S. Al-Qiyamah: 2)

Apabila nafsu tersebut telah melepaskan diri dari tantangan dan tidak mau lagi melawan, malah tunduk dan patuh saja pada kehendak nafsu syahwat dan panggilan syaitan, maka nafsu yang demikina disebut Nafsu Ammarah bissuu' (nafsu penganjur kejahatan).
Allah ta'ala menceritakan tentang Yusuf a.s dan istri Fir'aun dalam firman-Nya:
"Dan aku tidak akan membiarkan Nafsuku, karena nafsu itu suka memerinta kepada yang jelek". (Q.S. Yusuf: 53)

Keempat, Kata-kata Al Aqlu (akal) ini mempunyai arti yang bermacam-macam. Dari berbagai arti itu yang berhubungan dengan pembahasan Rahasia Hati ini adalah:
1. Akal yang berarti pengetahuan tentang hakikat segala keadaan, maka akal itu ibarat sifat-sifat ilmu yang tempatnya di dalam hati.
2. Akal yang berarti , menangkap dan mendapatkan segala ilmu, maka akal disini adalah hati rohani.

Kita ketahui bahwa kata "Akal" kadang-kadang diartikan sebagai sifat orang yang berilmu, dan kadang-kadang berarti tempat pengetahuan yakni "yang mengetahui".

Bab Balatentara Hati (Bagian Pertama)

Berhubung bab ini sangat panjang, maka saya akan menguraikannya dua kali.

Firman Allah Ta'ala:
"Dan tidak ada yang mengetahui akan tentara Tuhanmu melainkan dirinya sendiri." (Q.S. Al-Muddatsir: 31)

Allah SWT memiliki tentara yang dikirim kedalam hati, Ruh, dan alam-alam lainnya. Dan hanya Allah sendiri yang mengetahui hakekat dan jumlah bilangannya. Disini akan ditunjukkan sebagian dari tentara hati yang ada hubungannya dengan pembahasan sebelumnya.

Tentara hati itu dibagi menajadi dua macam:
a. Tentara yang dapat dilihat dengan mata kepala
b. Tentara yang tidak dapat dilihat, kecuali dengan mata hati (Bashiroh)

Hati itu berkedudukan sebagai raja dan tentara itu berkedudukan sebagai pelayan dan pembantu, maka inilah yang dinamakan tentara hati.
Adapun tentara hati yang nampak, dapat dilihat dengan mata yaitu: Tangan, kaki, telinga, lisan dan seluruh anggota badan, baik yang lahir maupun yang batin. Semua itu menjadi pelayan hati dan bekerja secara cuma-cuma untuknya. Hatilah yang mempergunakan dan yang menjalankan semuanya. Sesungguhnya anggota badan itu secara naluri dijadikan tunduk kepada hati kita, ia tidak mampu menyalahi dan mendurhakainya.
Apabila hati menyuruh mata terbuka, maka terbukalah, bila menyuruh kaki bergerak, maka bergeraklah, menyuruh lidah berbicara, maka bicaralah sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh hati kita, begitupun anggota badan lainnya.

Kepatuhan anggota badan dan panca indera lainnya kepada hati itu dapat disamakan dengan kepatuhan Malaikat terhadap perintah Allah Ta'ala, karena sesungguhnya Malaikat itu diciptakan untuk tunduk dan mereka tidak kuasa menyalahi. Mereka tidak pernah mendurhakai Allah akan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka dan senantiasa patuh dan melaksanakan perintah-Nya.

Adapun yang membedakan kepatuhan para Malaikat dan kepatuhan anggota badan itu adalah para Malaikat itu tahu akan kepatuhan dan keta'atannya, sedangkan anggota badan, dalam mematuhi hati itu berdasarkan taskhiir (paksaan) yang tiada dijelaskan sebelumnya dari dirinya dan dari kepatuhannya kepada hati. Artinya, Malaikat tahu bahwa apa yang diperintahkan kepadanya adalah sesuatu yang baik yang berasal dari Allah. Sedangkan hati, baik atau buruknya perintah itu, maka dia akan selalu melaksanakannya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh hati. Tanpa terkecuali itu adalah perintah untuk berbuat dosa atau perbuatan buruk lainnya.

Sesungguhnya hati itu membutuhkan tentara tersebut sebagai kendaraan dan bekal perjalanannya untuk menuju Allah SWT dengan memanfaatkan tentara-tentaranya itu untuk beribadah dan bertakwa kepada-Nya atau perbuatan lainnya yang dapat menghantarkan dia menuju Allah SWT.

Allah ta'ala berfirman:
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaKu." (Q.S. Adz-Dzariat: 56)

Kendaraan hati adalah badan, dan bekalnya adalah ilmu. Sesungguhnya yang menjadikan ilmu itu sebagai bekal adalah "amal shaleh".
Badan adalah kendaraan yang dapat menghantarkan hati kita ke dunia ini, untuk itu badan harus dipelihara dan dilindungi. Caranya adalah dengan memberi makan dengan apa-apa yang cocok dan sesuai untuknya dan menjauhi apa-apa yang dapat membinasakannya.

Untuk memasukan makanan ke dalam tubuh dibutuhkan dua tentara yakni:
a. Tentara batin, yang berupa syahwat (keinginan)
b. Tentara lahir, yang berupa tangan dan anggota badan lainnya yang ikut mendatangkan makanan itu.

Untuk itu Allah telah menjadikan di dalam hati manusia, syahwat (keinginan) yang dibutuhkan dan menjadikan anggota badan sebagai alat untuk memenuhi syahwat (keinginan) itu.

Untuk menolak bahaya yang membinasakan badan diperlukan dua tentara pula, yaitu:
a. Tentara batin, yang berupa Ghodlob (amarah) yang dapat menolak segala yang merusak dan menuntut balas dari musuh.
b. Tentara lahir, yang berupa tangan dan kaki, dimana dengan keduanya itu dapat berbuat menurut kehendak amarah.

Seseorang yang memerlukan makanan selama ia tidak mengenali makanan itu, maka tidak akan tumbuh keinginannya terhadap makanan dan kesukaannya itu.

Untuk mengenali makanan hati memerlukan dua tentara,
a. Tentara batin, yang berupa hasil tangkapan dari panca indera seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, penyentuhan dan perasaan lidah.
b. Tentara lahir, yang berupa mata, telinga, hidung, dan lainnya.

Balatentara Hati (Bagian Kedua)

Keseluruhan tentara hati yang telah dijelaskan sebelumnya kemudian bisa kita golongkan menjadi 3 bagian yaitu:
1. Tentara Pembangkit dan pendorong yang terdiri dari:
a) Pembangkit dan pendorong untuk mengambil apa-apa yang bermanfaat dan cocok untuk badan, yaitu yang berupa syahwat (Keinginan)
b) Pembangkit atau pendorong untuk menolak apa-apa yang berbahaya dan menyengsarakan badan, yaitu yang berupa ghodlob (amarah)
Tentara pembangkit dan pendorong ini bisa disebut juga sebagai "kemauan"

2. Tentara Penggerak, yaitu yang menggerakan anggota badan guna mencapai berbagai maksud dan tujuan. Dan tentara kedua ini disebut juga "Kekuasaan"

3. Tentara penangkap dan pengenal terhadap segala sesuatu yang bertugas sebagai "al jawaasis" (mata-mata), yaitu:
- Kekuatan penglihatan
- Kekuatan pendengaran
- Kekuatan penciuman
- Kekuatan perasaan lidah
- Kekuatan sentuhan (rabaan)
Tentara ini biasa disebut juga sebagai "ilmu" atau "penemu".

Selanjutnya tentara ketiga ini dibagi atas:
a) yang menempati tempat-tempat lahir, yaitu panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan sentuhan)
b) yang menempati tempat batin, yaitu isi otak.

Apabila manusia melihat sesuatu, kemudian ia memejamkan mata, maka ia akan mendapatkan gambaran sesuatu di dalam jiwanya, yaitu khayal. Gambaran itu akan tetap dalam jiwanya sebab disitu ada tentara pemelihara. Kemudian ia berfikir akan apa yang terpelihara dalam jiwanya, maka tersusunlah sebagai suatu gambaran dengan gambaran yang lain, maka ia teringat dengan apa yang dia lupakan dan kembalilah ingatan kepadanya.
Akhirnya terkumpullah sejumlah pengertian perasaan pada khayalan dengan perasaan gabungan antara beberapa perasaan. maka di dalam batin akan muncul perasaan berupa Daya hayal, daya fikir, daya ingat dan daya hafal.

Andaikan Allah tidak menjadikan kekuatan untuk menghafal, berfikir, mengingat dan menghayal, maka otak akan menjadi kosong sebagaimana kosongnya tangan dan kaki. Kekuatan-kekuatan itu termasuk tentara batin dan tempatnya juga di dalam batin.

Insya Allah bahasan selanjutnya adalah Contoh-Contoh hati dan tentara batinnya.

Thursday, August 26, 2010

Al Kohol

Apakah kata Alkitab tentang alkohol, anggur, dan minuman keras? Ada dalam Alkitab, "Minuman keras membuat orang kurang ajar dan ribut. Bodohlah orang yang minum sampai mabuk” (Amsal 20:1, BIS).

Mengapa mabuk itu berbahaya? Ada dalam Alkitab,"Janganlah kalian mabuk oleh anggur, sebab itu akan merusakkan kalian. Sebaliknya, hendaklah kalian dikuasai oleh Roh Allah” (Efesus 5:18, BIS).

Mengapa raja-raja dan penguasa-penguasa dinasehatkan agar tidak minum minuman beralkohol? Ada dalam Alkitab,"Minum anggur dan ketagihan minuman keras, tidak pantas bagi penguasa. Sebab, apabila raja minum minuman keras, ia lupa akan hukum dan tidak menghiraukan hak orang lemah” (Amsal 31:4-5, BIS).

Tergolong dosa apakah mabuk itu? Ada dalam Alkitab,"Keinginan tabiat manusia nyata dalam perbuatan-perbuatan yang cabul, kotor, dan tidak patut; dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan, berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan berpihak-pihak, serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain sebagainya. Terhadap semuanya itu saya peringatkan kalian sekarang sebagaimana saya peringatkan kalian dahulu juga, bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan menjadi anggota umat Allah” (Galatia 5:19-21, BIS).

Apakah salah satu akibat pemanjaan yang berlebihan dalam minuman dan makanan? Ada dalam Alkitab,"Janganlah bergaul dengan pemabuk atau orang rakus, sebab mereka akan menjadi miskin. Jika engkau tidur saja, maka tak lama lagi engkau akan berpakaian compang-camping” (Amsal 23:20-21, BIS).

Bagaimanakah minuman beralkohol mempengaruhi orang-orang yang menggunakannya? Ada dalam Alkitab,"Tahukah engkau apa yang terjadi pada orang yang minum anggur terlalu banyak, dan sering mengecap minuman keras? Orang itu sengsara dan menderita. Ia selalu bertengkar dan mengeluh. Matanya merah dan badannya luka-luka, padahal semuanya itu dapat dihindarinya. Janganlah membiarkan anggur menggodamu, sekalipun warnanya sangat menarik dan nampaknya berkilauan dalam gelas serta mengalir masuk dengan nikmat ke dalam tenggorokan. Esok paginya engkau merasa seperti telah dipagut ular berbisa. Matamu berkunang-kunang, pikiranmu kacau dan mulutmu mengoceh. Engkau merasa seperti berada pada ujung tiang kapal di tengah lautan; kepalamu pusing dan engkau terhuyung-huyung. Lalu kau akan berkata, "Rupanya aku dipukul dan ditampar orang, tetapi aku tak dapat mengingat apa yang telah terjadi. Aduh, aku ngantuk sekali! Aku perlu minum lagi!" (Amsal 23:29-35, BIS).

Sari buah anggur yang murni adalah suatu berkat untuk manusia. Ada dalam Alkitab, "Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat airnya: Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat!” (Yesaya 65:8).


Minuman keras dalam Islam dan Kristen


Menurut Kristen.

Amsal 31: 6-7

6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati.

7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.

Kejadian 9:21-22, Nabi tapi suka teler!??!!

21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.

22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.

Kejadian 9:24

" Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,"

Kejadian 19:32

"Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."

Bilangan 6:20

kemudian haruslah imam mengunjukkan semuanya itu ke hadapan TUHAN sebagai persembahan unjukan; semuanya itu menjadi bagian kudus bagi imam, beserta dada persembahan unjukan dan beserta paha persembahan khusus. Sesudah itu barulah boleh orang nazir itu minum anggur."

Bilangan 28:7

Dan korban curahannya ialah seperempat hin untuk setiap domba; curahkanlah minuman yang memabukkan sebagai korban curahan bagi TUHAN di tempat kudus.

Yesus bukanlah "orang yang suka merusak kesenangan orang lain", para peminum berkata, dia mengubah air menjadi anggur dalam catatan keajaibannya yang pertama dalam Injil:

Yohannes

2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.

2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau MENYIMPAN ANGGUR YANG BAIK sampai sekarang."

Alkohol direkomendasikan lebih baik dari air!:

I Timotius 5:23 Janganlah lagi minum air saja, melainkan TAMBAHKANLAH ANGGUR sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

Yesus sendiri seorang peminum berat:

"Yohanes Pembaptis tidak makan roti dan tidak minum anggur (arak) tapi anak manusia (Yesus) makan (roti) dan minum (anggur), dan kamu berkata lihatlah Yesus seorang pelahap (makannya rakus) dan PEMINUM sahabat pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 7:34)."

Makanya negeri-negeri kristen itu umumnya negeri Pemabok. Dan jangan heran bila para pendeta dan pastor adalah para pecandu minuman keras. Sebab tiap minggu mereka selalu minum anggur yang memabukan. Mula-mula sedikit, tapi berhubung tidak ada larangan dalam agamanya makanya lama-lama jadi pecandu berat. Republik Afrika Selatan dengan populasi kulit putih yang sedikit, 4 juta di antara seluruh populasi yang berjumlah 30 juta, lebih 300.000 penduduknya adalah pencandu alkohol. Di dekat Zambia, Kenneth Kaunda menyebut orang-orang ini "pemabuk!". Perlu diingat bahwa "kulit berwarna" di Afrika Selatan mempunyai jumlah pencandu minuman alkohol 5 kali lebih banyak dari ras lain dalam negara tersebut. Untuk orang-orang Indian dan Afrika tidak ada statistik yang tersedia untuk masing-masing pemabuk.

Jimmy Swaggart seorang pendeta yang sering melakukan ceramah di TV mencatat dalam bukunya "Alcohol" bahwa Amerika mempunyai 11 juta pencandu minuman alkohol, dan 44 juta "pencandu berat minuman alkohol!", dan dia, seperti seorang Muslim yang baik, mengatakan bahwa dia melihat tidak ada perbedaan antara keduanya. Baginya mereka semua adalah pemabuk!



Menurut Islam.

The Holy Quran, 5:90-91

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu
The Holy Quran, 2:219



Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,


Islam tegas sekali bahwa segala minuman yang memabukan adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jangan sekali-kali menyentuhnya. Ketika ayat tentang pengharaman minuman keras turun maka jalanan kota Madinah mengalir arak yang ditumpahkan pemiliknya.



Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Aku sedang memberi minum kepada para tetamu di rumah Abu Talhah pada hari pengharaman arak. Mereka hanya meminum arak yang diperbuat dari buah kurma. Tiba-tiba terdengar satu seruan yang memberitahu. Keluar dan lihatlah! Akupun keluar, ternyata ada satu suara yang mengumumkan: Sesungguhnya arak telah diharamkan. Arak mengalir di jalan-jalan Madinah Abu Talhah berkata kepadaku: Keluarlah dan curahkanlah arak itu, Lalu aku mencurahkannya. Tiba-tiba ada orang berkata: Si anu telah terbunuh, si anu telah terbunuh, sedangkan perutnya dipenuhi dengan arak. Perawi Hadis berkata, aku tidak tahu apakah itu juga termasuk dari Hadis Anas. Lalu Allah s.w.t menurunkan ayat: yang bermaksud: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh kerana makanan yang telah mereka makan dahulu apabila mereka telah bertaqwa serta beriman dan mengerjakan amalan soleh [Shahih Bukhari, Muslim, kitab minuman bab pengharaman arak].

Menurut ajaran Islam, sesuatu yang menyebabkan mabuk adalah haram.

Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah r.a katanya:

Rasulullah s.a.w pernah ditanya tentang minuman yang dibuat daripada madu arak. Baginda menjawab: Setiap minuman yang memabukkan adalah haram [Shahih Bukhari, Muslim, kitab minuman].

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah saw Isra’ dan mi’raj beliau saw di suruh memilih dua minuman yakni arak dan susu maka beliau memilih susu.

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Rasulullah s.a.w bersabda: Aku telah didatangi Buraq. Iaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari kaldai tetapi lebih kecil dari baghal. Ia merendahkan tubuhnya sehinggalah perut buraq tersebut mencecah bumi. Baginda bersabda lagi: Tanpa membuang masa, aku terus menungganginya sehinggalah sampai ke Baitulmuqaddis. Baginda bersabda lagi: Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Baginda bersabda lagi: Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan sembahyang sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar, secara tiba-tiba aku didatangi dengan semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril a.s. Aku memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah. [Sahih Bukhari, Muslim, kitab Iman bab Isra’ Rasulullah saw].

Dalam Islam bahkan menjual minuman yang memabukanpun dilarang.

Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya:

Ketika ayat terakhir dari surat al-Baqarah tentang riba diturunkan, Rasulullah s.a.w keluar ke masjid lalu mengharamkan perdagangan arak [Sahih Bukhari Muslim kitab musaqat, bab pengharaman menjual arak].

Dosa Zina dalam Kitab Suci

Zina menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah Persetubuhan yang dilakukan oleh bukan suami istri, menurut Kamus Islam zina artinya hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan; tindakan pelacuran atau melacur, dan menurut Ensiklopedia Alkitab Masa Kini zina artinya hubungan seksual yang tidak diakui oleh masyarakat.

Zina merupakan perbuatan amoral, munkar dan berakibat sangat buruk bagi pelaku dan masyarakat, sehingga Allah mengingatkan agar hambanya terhindar dari perzinahan :

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. QS. 17:32

Allah juga memberikan jalan untuk menghindari perzinahan yaitu dengan berpuasa, menjaga pandangan dan memakai Jilbab bagi perempuan, dan Allah juga memberikan ancaman yang luar biasa bagi pelaku zina agar hambanya takut untuk melakukan zina :

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. QS. 24:2

Maka ketika hukum Islam dijalankan, hasilnya sangat fantastis, perbuatan zina dan amoral betul-betul sangat minim dan masyarakatnya menjadi masyarakat yang baik. Amatilah dengan teliti dan obyektif sejak pemerintahan Rasulullah SAW hingga saat ini, ketika diterapkan hukum Islam secara utuh, maka terciptalah masyarakat yang baik.

Tetapi bila kita menengok hukum zina dalam Alkitab, yang tampak adalah adanya kontradiksi antara keras hukumannya dan tidak dihukum.


Dalil 1 : Yesus Melarang Berzina

Yesus bersabda Jangan berzina, yang di-kutip dari sepuluh (10) perintah Tuhan dalam kitab Taurat tepatnya Keluaran 20:14, kemudian Yesus juga memberikan peringatan agar umatnya tidak berbuat zina :

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu de-ngan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29

Peringatan Yesus tersebut memberikan arti kuat bahwa betapa sangat dilarangnya perbuatan zina, seseorang yang memandang perempuan dan tertarik maka oleh Yesus dikatakan sudah berbuat zina di dalam hatinya, dan menurut beberapa tafsir Alkitab, berkeinginan untuk berbuat zina sudah sama sifatnya dengan berzina.

Masih menurut sabda Yesus, bahwa mencungkil mata dan membuangnya adalah jauh lebih baik daripada mata kita menyebabkan kita memandang perempuan yang kemudian berkeinginan untuk berbuat zina, karena mata adalah salah satu pintu masuk bagi pikiran jahat. Mencungkil mata adalah simbolik agar kita mencegah untuk memandang perempuan yang bisa mencampakkan seluruh tubuh kita ke neraka.

Saya kira peringatan Yesus tersebut senada dengan peringatan dalam Al-Qur?an agar kita tidak berbuat zina, namun Al-Qur?an lebih realistis agar manusia tidak terjerumus ke dalam perbuatan zina, Allah memperingatkan jangan dekati zina dan bagi perempuan diperintahkan menutup auratnya, agar mata laki-laki tidak tersesat memandangnya, harus diakui bahwa banyak sekali kejahatan seksual bermula dari mata, entah melihat wanita berpakaian minim dan seksi ataupun melihat VCD porno.

Dalil 2 : Yesus Membiarkan Pezina

Suatu ketika ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi datang menemui Yesus untuk menyerahkan seorang wanita yang tertangkap basah berbuat zina :

“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia se-dang berbuat zinah. Yohanes 8:4

Mereka terus mendesak Yesus agar menghukum wanita tersebut sesuai hukum Taurat yaitu dilempari batu sampai mati, namun Yesus menolak dan balik berkata kepada mereka :

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendak-lah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.? Yohanes 8:7

mendengar perkataan Yesus tersebut, satu-per-satu mereka mulai meninggalkan Yesus dan wanita pelacur tersebut, karena mereka merasa tidak seorangpun yang tidak berdosa. Maka tinggallah berdua Yesus dan wanita pezina itu, lalu Yesus berkata kepadanya :

“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Yohanes 8:10

Sikap Yesus tidak melaksanakan hukuman sesuai hukum Taurat melahirkan tanda tanya besar, karena Yesus sendiri pernah bersabda :

” Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.? Matius 5:17

dan hukum Taurat yang dimaksud adalah :

Ulangan 17:5

Apakah Yesus tidak konsisten dengan ucapannya sendiri ? tidak mungkin, atau karena Yesus merasa dirinya sebagai orang yang berdosa sehingga ia tidak mau menghukum wanita itu ? tidak mungkin juga, karena hal ini berarti menuduh Yesus mempunyai dosa (karena menurut iman KristenYesus adalah manusia suci tanpa dosa), kalau semua itu tidak mungkin, lalu mana yang mungkin ? apakah kisah tersebut palsu ?? mungkin saja, tetapi sementara ini kita menganggap kisah tersebut asli.

Dalil 3 : Yesus Berduaan Dengan Pezina

Suatu ketika Yesus duduk di sebuah pinggiran sumur dari perjalanan yang meletihkan, dan murid-muridnya pergi ke kota untuk membeli makanan. Kira-kira pukul dua belas siang datanglah seorang wanita untuk mengambil air di sumur itu, lalu berkatalah Yesus kepadanya :

“Berilah Aku minum.” Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Yohanes 4:7,9

pembicaraanpun berlanjut cukup lama antara Yesus dan wanita tersebut yang tidak disertai murid-muridnya, mereka hanya berdua di sumur yang jauh dari rumah penduduk. Dan ternnyata wanita tersebut adalah seorang pelacur yang mempunyai lima (5) orang suami dan sedang menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya :

Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata bena. Yohanes 4:17-18

Tentu saja wanita tersebut sangat menarik secara seksual, karena wanita tersebut sampai mempunyai lima (5) orang suami di tambah lagi dia mampu menjalin asmara dengan laki-laki lain yang bukan suaminya. Lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah, mungkinkah Yesus berdua-duaan dengan wanita pezina ? Dan apakah mungkin Yesus tidak memandang wanita yang sedang bercakap-cakap dengannya ? Tentu ti-dak mungkin, karena Yesus pernah bersabda :

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu. Matius 5:28-29

Apakah Yesus lupa akan sabdanya ? tentu tidak mungkin, atau Yesus tidak konsisten dengan sabdanya ? tidak mungkin, atau Yesus tidak mau menjaga pandangannya ? tidak mungkin.

Dalil 4 : Yesus Diciumi Kakinya oleh Pezina

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Lukas 7:36

Lalu datanglah seorang perempuan pelacur terkenal yang penuh dosa dari kota itu menemui Yesus dengan membawa buli-buli pualam yang berisi minyak wangi, sambil menangis wanita itu bersimpuh dekat Yesus, dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyeka dengan rambutnya, kemudian wanita tersebut menciumi kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak yang dibawanya, lalu Yesus berkata kepada Simon orang yang mengundangnya :

“Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kakiKu, tetapi dia membasahi kakiKu dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kakiKu. Engkau tidak meminyaki kepalaKu dengan minyak, tetapi dia meminyaki kakiKu dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. Lukas 7:44-47

Pertanyaan besar yang muncul, mungkinkah Yesus mau diciumi kakinya oleh seorang pelacur, diseka kakinya dengan rambut pelacur tersebut dan diminyaki rambutnya oleh seorang pelacur, sebagai bukti pertobatan pelacur tersebut dari dosa perzinahan ??

Hal ini jauh lebih membahayakan dari pada hanya sekedar memandang, apakah mungkin Yesus tidak ada ketertarikan pada wanita tersebut ketika diciumi kakinya ? Katakanlah tidak ada, mengapa Yesus memberikan contoh demikian ? Bolehkah muridnya atau umatnya melakukan hal yang sama asal tidak terangsang ? Mungkinkah kisah ini sebagai kisah yang tidak pernah dialami oleh Yesus dengan kata lain kisah tersebut adalah kisah palsu ? menurut hemat saya, kisah tersebut sangat kontradiktif dengan ajaran Yesus yang melarang memandang perempuan apalagi diciumi kakinya.

Bagaimana Al-Kitab Mengatasi Perzinahan ?

Dalil 1, Yesus mengajarkan agar seseorang menghindari perzinahan, bahkan secara simbolik Yesus memerintahkan mencungkil mata dan membuangnya bila matanya mengakibatkan tertarik pada seorang perempuan dan mempunyai keinginan untuk melakukannya, memang banyak kejahatan seksual bermula dari pandangan mata. Islam memberikan solusi yang lebih indah :

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. QS. 24:30

Kemudian Allah memberikan petunjuknya, agar kita mendapatkan kemudahan menghindari pan-dangan yang mengundang hasrat seksual :

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min :” Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. 33:59

Dalil 2, Pada dalil kedua Yesus membiarkan seseorang yang tertangkap basah berbuat Zinah, yang semestinya Yesus harus menghukumnya sesuai hukum Taurat, karena Yesus dan umatnya tunduk di bawah hukum Taurat, tetapi Yesus membiarkannya dengan alasan tidak ada orang yang berhak untuk menghukuminya, karena yang boleh menghukumi seorang pezinah adalah orang yang tidak berdosa. Tentu saja sikap ini memberikan peluang yang sangat lebar bagi pezina untuk berbuat zina, karena tidak ada seorangpun yang dapat menghukumi pezina kecuali orang yang tidak berdosa. Dan memang tidak ada orang yang tidak berdosa.

Dalil 3, Pada dalil ini Yesus memberikan contoh yang sangat tidak baik, yaitu berdua-duaan dengan seorang perempuan pelacur, padahal Yesus sebelumnya bersabda, untuk memandang saja jangan sampai dilakukan dan harus mencungkil matanya, lalu kalau berdua-duaan apakah mungkin untuk tidak memandang ? tidak mungkin bisa, apalagi perempuan tersebut memang seorang pelacur yang sangat digandrungi oleh laki-laki, suaminya lima dan dia mempunyai laki-laki lain yang bukan suaminya. Rasulullah SAW telah bersabda agar manusia terhindar dari zina :

?Maka janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya adalah Syetan? HR. Tirmidzi dan Ahmad

Dalil 4, Yesus kembali memberikan contoh yang tidak baik, yaitu membiarkan seorang pelacur menciumi kakinya dan membiarkan rambutnya diminyaki oleh wanita tersebut. Tentu perbuatan Yesus ini justru lebih mendekatkan kepada perzinaan daripada pandangan mata.
Dari ke-4 dalil tersebut, tidak mungkin ajaran Alkitab dapat mengatasi kehancuran moral karena perzinahan, anjuran baik perlu contoh yang baik dan hukuman untuk mencegahnya.

Rujukan :
1. Tafsir Injil Matius ? Penerbit Kanisius
2. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru ? Lembaga Biblika Indonesia – Penerbit Kanisius
3. Tafsiran Alkitab Masa Kini ? Penerbit Yayasan Bina Kasih / OMF
4. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini ? Penerbit Yayasan Bina Kasih / OMF

Wednesday, August 25, 2010

Albert Einstrein on spiritual

1. Saya ingin memahami pemikiran Tuhan; selebihnya adalah soal detail saja.

2. Pengetahuan tanpa agama adalah pincang. Sedang agama tanpa pengetahuan adalah buta.

3. Agama saya terdiri dari seuntai kekaguman yang sederhana, terhadap suatu kekuatan supra yang tak-terbatas - yang tertampak dalam rincian yang dapat kita cerap menggunakan persepsi lemah dan remang kita.

4. Semakin jauh kemajuan evolusi spiritual umat manusia, semakin pasti bagi saya bahwa: jalan menuju religiusitas sejati tak semata-mata terletak pada ketakutan terhadap kehidupan, ketakutan terhadap kematian, keyakinan yang membuta; namun suatu perjuangan mengikuti kaidah-kaidah pengetahuan rasional.

5. Setiap orang yang terlibat secara serius didalam pencarian pengetahuan, menjadi yakin bahwasanya, ada suatu jiwa termanifestasikan pada hukum Semesta raya - jiwa yang secara luas superior terhadap jiwa-jiwa manusia, dan sesuatu dimana dihadapan-Nya, kita beserta kekuatan mutahir kita terasa sedemikian lemahnya.

6. Rasa religius para ilmuwan berbentuk suatu kekaguman, yang terpesona pada keharmonisan hukum alam; yang menampakan suatu superioritas kecerdasan, dibandingkan dengan seluruh sistematika berpikir dan bertindak dari umat manusia, dalam suatu refleksi signifikan yang tak terbantahkan lagi.

7. Tiada cara logis untuk mengungkap hukum-hukum elemental. Yang ada hanyalah cara intuitif, yang dibantu oleh suatu ketajaman rasa, terhadap runtutan yang melandasi di balik suatu penampakan.

8. Batin intuitif adalah anugrah sakral, dan pikiran rasional adalah 'pelayan' setianya. Kita telah membangun sebuah tatanan masyarakat yang memulyakan 'pelayan' dan melupakan anugrah.

9. Sesuatu yang terindah yang kita alami adalah: pengalaman misterius kita; Ia-lah sumber dari seni dan pengetahuan sejati.

10. Kita mesti waspada untuk tidak menjadikan intelek sebagai Tuhan kita; ia memang memiliki kekuatan, namun ia tak memiliki kepribadian.

11. Barang siapa yang memfungsikan dirinya sebagai hakim dari Kebenaran dan Pengetahuan, akan porak-poranda menjadi bahan tertawaan para dewata.

12. Bila mana jalan keluar terasa mudah, Tuhan-lah yang memberikan jawaban.

13. Tuhan tidak mempermainkan semesta seperti dadu.

14. Tuhan sedemikian licinnya, namun Ia tak bermaksud jahat.

15. Umat manusia adalah bahagian dari keseluruhan, dari apa yang kita sebut dengan Semesta, bahagian yang terbatas dalam ruang dan waktu. Ia mengalami diri-Nya sendiri, pikiran dan perasaan-Nya ibarat terlepas dari yang lainnya -- yang bersifat seperti khayalan optik -- terhadap Kesadaran-Nya. Khayalan ini, sesungguhnya adalah sejenis 'penjara', yang mengekang kita dari nafsu-nafsu keinginan pribadi dan dari beberapa orang terdekat, kesayangan kita. Tugas kita adalah membebaskan diri dari penjara ini, dengan cara memperluas lingkaran pengorbanan kita, hingga mencakup semua makhluk hidup dan seluruh alam dalam keindahannya.

16. Tiada sesuatupun yang memberi nilai manfaat pada kesehatan manusia dan memberikan kesempatan hidup di muka Bumi ini, sebesar evolusi yang diberikan oleh pola makan vegetaris.

17. Manusia yang menjalani hidupnya secara tak bermanfaat bagi makhluk lainnya, bukan saja tak beruntung, akan tetapi nyaris tak layak bagi kehidupan.

18. Perdamaian tidak dapat dijaga dengan Kekuatan. Ia hanya dapat dicapai melalui saling pengertian.

19. Hanya kehidupan bagi kehidupan lain sajalah, yang bermanfaat.

20. Pikiran manusia tak mampu untuk meraih Semesta. Kita ibarat seorang anak yang memasuki perpustakaan raksasa. Dinding-dinding dan langit-lagitnya tertutup rapat oleh buku-buku dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda. Si anak mengetahui bahwa, pasti ada seseorang yang menulis semua buku-buku itu; walau ia tak mengetahui siapa dan bagaimana caranya. Iapun tak mengerti bahasa yang digunakan dalam penulisan buku-buku itu. Akan tetapi, si anak mencatat adanya suatu rancangan baku dalam susunan buku-buku tersebut serta dalam urutannya -- yang misterius -- yang tak ia pahami, kecuali melalui dugaan-dugaan picisannya saja.

21. Yang terpenting adalah, untuk tidak berhenti mempertanyakannya. Keingin-tahuan memiliki alasannya sendiri dalam membangkitkan rasa panasaran. Seseorang tak dapat membantu, namun hanya terpesona ketika ia berkontemplasi: terhadap misteri-misteri kekekalan, terhadap kehidupan, terhadap struktur realitas yang mengagumkan. Adalah cukup, bila seseorang mencoba melengkapi dirinya dengan secuil misteri setiap hari. Tanpa kehilangan kekagumannya yang holistik itu.

22. Apa yang saya saksikan di Alam, adalah suatu struktur yang mengagumkan yang hanya dapat kita pahami dengan tak-sempurna, dimana seorang pemikir semestinya merasa sedemikian rendahnya. Tak ada yang dapat dilakukan terhadap mistikisme, inilah ungkapan rasa religiusitas yang murni.

23. Emosi terhalus kita, dimana kita mampu merasakannya, adalah emosi mistis. Disinilah tergelar bagian terkecil dari semua seni dan pengetahuan sejati. Siapapun yang asing bagi perasaan ini, yang tak lagi mampu merasakan ketakjuban, dan hidup dalam kondisi ketakutan, sesungguhnya telah mati. Guna mengetahui sesuatu yang tak terselami bagi kita, sebetulnya benar-benar ada dan memanifestasikan dirinya sebagai kebijaksanaan tertinggi dan keindahan yang paling bersinar, dimana bentuk terkasar dari pengetahuan inipun merupakan suatu yang membutuhkan intelektualitas yang memadai; perasaan ini adalah .....sentimen religius yang sesungguhnya. Dalam pengertian ini......dan hanya dalam pengetian inilah, saya menempatkan diri saya dalam deretan manusia-manusia religius besar.

24. Masalah nyata bagi kita adalah hati dan batin manusia. Adalah lebih mudah mengubah sifat plutonium, dibandingkan dengan merubah sifat ke-setan-an dalam diri manusia.

25. Agama Sejati adalah kehidupan nyata, hidup dalam jiwa manusia, hidup dalam kebajikan dan hidup dalam kebenaran, bagi semua.

26. Intelejensia memberi kejelasan kesaling-tergantungan antara makna-makna dan jawaban akhir daripadanya. Akan tetapi, hanya dengan memikirkannya saja, tak dapat memberikan kita rasa - tentang akhir yang bersifat fundamental dan ultima tersebut. Guna memperjelas akhir fundamental dan nilai-nilai, serta mempercepat mereka dalam kehidupan emosional individu, dengan persis tertampak oleh saya bahwa: fungsi yang paling penting dari agama adalah bila agama berhasil membentuk kehidupan sosial manusia.

Lupakan aku

Intro: C Am 2x

lagu: C Am 2x F C G

Sudahlah engkau pergi
Tinggalkan diriku sendiri
Biar lagi tak ku nikmati
Cerita indah dulu
Cerita yg tak mungkin kembali

Sudahlah ini semua
Ku simpan dalam hati
Biar lagi tak ku nikmati
Senyuman indah dulu
Senyuman yg tak mungkin kembali

ch: F G Em Am F C G

Mengapa kau tinggalkan
Semua kenangan kita
Hanya karena keangkuhanmu

Reff: C G Am Em F C G

Sudah kita akhiri saja
Kisah indah antara kita
Biar aku coba mencari penggantimu

Lupakanlah saja aku
Hilang dari semua kehidupanmu
Jangan lagi engkau
Mengganggu hidupku..


Tuesday, August 17, 2010

Sekian

by : eckovai

D C#m Bm A

*
Ketika mimpi mimpimu
Kau anggap semua itu buruk

**
Pergilah kau dari aku
dan jangan coba kau tuk kembali

Ch: D A/C#m Bm A
Fahamilah... sadarilah..
Ku tak sebodoh yang kau fikirkan
Oh sudahlah... ya bubarlah.. jalan...
Sekianlah... sekianlah..
Sekianlah.. sekianlah....

reff:
G D/F#m Em A

Waktu yg berlalu....4x

back to ** , ch,reff
coda : Bm G D A 2x... D....