Tuesday, May 7, 2013

ISLAM DAN BARAT

Ekspansi dan kejayaan kerajaan Islam yang berlangsung begitu
cepat  dan  berkembangnya peradaban Islam menimbulkan bahaya
langsung di pihak Kristen  di  seluruh  dunia,  baik  secara
teologis  maupun  politis.  Seperti  yang diamati oleh Maxim
Rodinson, "kaum Muslim merupakan  ancaman  terhadap  Kristen
Barat jauh sebelum mereka sendiri menjadi masalah."[1]
 
Persamaan  teologis yang ada antara Kristen dan Islam justru
menjadi penyebab perbenturan di antara keduanya. Setiap umat
percaya bahwa perjanjiannya dengan Tuhan merupakan pemenuhan
wahyu Tuhan kepada umat terdahulu  yang  telah  menyeleweng.
Masing-masing  percaya  pada  sejarah  wahyu Tuhan dan bahwa
wahyu serta pembawanya menandai akhir dari adanya wahyu  dan
kerasulan.  Dengan  demikian,  sementara orang-orang Kristen
merasa unggul dan karenanya hanya mempunyai sedikit  masalah
dengan  pandangan supersesionis terhadap Yudaisme, sikap dan
pernyataan  yang  sama  dari  kaum  Muslim  yang  menyangkut
Kristen  tak  terpikirkan.  Lebih  lagi,  hal  itu merupakan
ancaman terhadap keunikan dan peran yang  dimandatkan  Tuhan
kepada  Kristen  agar  menjadi  satu-satunya wakil Tuhan dan
satu-satunya jalan menuju keselamatan. Islam hanyalah sebuah
bid'ah  yang  disiarkan oleh nabi yang sesat atau palsu, dan
merupakan  tantangan  langsung  bagi  misi  dan   pernyataan
Kristen: "penggabungan rasa takut dan kebodohan menghasilkan
banyak legenda yang sebagian mengelikan dan  semuanya  tidak
adil:  para  Muslim  adalah penyembah berhala yang menyembah
trinitas yang salah, Muhammad adalah tukang sihir, ia bahkan
merupakan  kardinal  Gereja Roma yang karena ambisinya untuk
menjadi Paus terhalangi, maka memberontak, melarikan diri ke
Arab dan di sana mendirikan gerejanya sendiri."[2]
 
Baik  Kristen  maupun  Islam  menyatakan  bahwa  misinya itu
universal: masing-masing merupakan  komunitas  transnasional
yang  berdasarkan  kepercayaan  yang  sama  dan ajakan untuk
menjadi teladan  bangsa  di  dunia,  sarana  penyebaran  dan
kemenangan  kerajaan Tuhan. Namun tantangan Islam bukan pada
tingkat wacana dan perdebatan teologis. Keberhasilan mujahid
dan  tentara  Islam  dialami  sebagai  suatu  kekuatan  yang
tampaknya  datang  dari   suatu   tempat   untuk   menantang
keberadaan  dan  dasar-dasar  Kristen.  Walaupun orang-orang
Islam pada  mulanya  merupakan  minoritas  di  wilayah  yang
ditaklukkan,  pada  akhirnya  mereka menjadi mayoritas, yang
terutama karena masuknya  orang-orang  Kristen  setempat  ke
dalam  agama  Islam.  Tambahan  lagi, orang-orang yang tetap
beragama   Kristen   diarabkan,   menggunakan   bahasa   dan
kebudayaan Arab. Tanggapan dari Kristen Barat adalah, dengan
beberapa  pengecualian,  bertahan   dan   berperang.   Islam
merupakan  suatu  bahaya yang patut diperhitungkan. Kerajaan
Byzantium yang tak terkalahkan tumbang selama abad ke-7  dan
8.  Tentara  Muslim juga menaklukkan kerajaan Persia, Syria,
Irak,  Mesir,  dan  bergerak  memasuki  Afrika  Timur  serta
bagian-bagian   dari  Eropa  Selatan  hingga  mereka  hampir
memerintah seluruh Spanyol  dan  Mediterrania  dari  Sisilia
hingga  Anatolia.  Hubungan  teologis  dan  sejarah lama tak
terlihat  karena  orang-orang  Kristen  Barat,  gereja   dan
negara,  menghadapi  serangan  gencar  dari  satu musuh yang
lebih mudah  dianggap  iblis  barbar,  dan  kafir,  daripada
dipahami.
 
Catatan kaki:
[1]:
Maxime  Rodison,  "The  Western Image and Western Studies of
Islam," dalam Joseph Schact dan C.E. Bosworth, The Legacy of
Islam (Oxford: Oxford University Press. 1974), hlm. 9.
[2]:
Albert  Hourani,  Europe  and  the  Middle  East  (Berkeley:
University of California Press, 1980), hlm. 9.Sumber.

No comments:

Post a Comment